Rabu, 02 Oktober 2013 - 21:27:33 WIB
H. Wakhid Jumali LC, Dari Ponpes ke Dunia Politik
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hankam & Politik - Dibaca: 3698 kali

Sejak lima tahun lalu ia mulai berkecimpung di dunia politik yakni di Partai Kebangkitan Bangsa kabupaten Banjarnegara. Tampilnya sosok muda yang satu ini banyak kalangan terutama para kyai mendorongnya agar dalam pemilu 2014 ia ikut dalam kompetisi calon wakil rakyat. Tak tanggung-tanggung. Bahkan ia dicalonkan sebagai anggota DPR RI dari PKB Dapil 7 meliputi Kebumen Purbalingga dan Banjarnegara.

Baginya ini keinginan masyarakat ini merupakan sebuah amanah yang harus diperjuangkan. Perjuangan pertama adalah sosialisasi diri. Mungkin untuk di kabupaten Banjarnegara nama H. Wakhid Jumali LC sudah tidak asing lagi. Meski demikian untuk Kebumen dan Purbalingga ia masih harus melakukan sosialisasi. Ada pepatah tak kenal maka tak sayang.

Sabtu 29 September 2013 lalu, pria yang di usianya ke 30 masih membujang ini, sengaja merambah ke kabupaten Kebumen tepatnya di Happy Valley Resort Sempor Indah Gombong. Karena di tempat ini ada serombongan insan pendidikan Banjarnegara yang tengah menggelar acara pelepasan salah satu kepala UPT yang memasuki masa pensiun.

Momentum ini tak dilewatkan. Selain untuk silaturahmi dengan kandidat lain dari PKB Kebumen dan Purbalingga, kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan diri sekaligus mohon doa restunya. Sebagai sosok ustad ia pun tak kehilangan akal untuk memikat calon pendukungnya. Dalam kesempatan tersebut ia juga memberikan cinderamata. Dengan harapan pada suatu saat akan mengingat sosok Wakhid Jumali.

“Saya mohon doa restu sekaligus dukungannya. Semoga selalu ingat nama saya,” ujar Jumali yang disambut tawa hadirin.

Politik tidak bisa diperjualbelikan

Selanjutnya pria yang telah melanglang buana selama lima tahun di jasirah Arab ini bertutur bahwa, keberaniannya mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI didorong oleh para Kyai di kabupaten Banjarnegara yang berharap kelak ada keterwakilan yang duduk di pusat. Dukungan kepadanya bukan tanpa alasan. Meski masih relatif muda namun sudah banyak pengalaman baik di bidang ormas maupun partai politik baik dalam maupun luar negeri.

Aktifitasnya di organisasi sosial kemasyarakatan digelutinya sejak ia masih kuliah diiantaranya di IPNU, Lakesdam (Lembaga Kajian Sumber Daya Manusia), PCI NU (Mesir) serta lSM lain dan ia juga aktif di Lembaga Dakwah di Al Fatah.

Pria yang tinggal di desa Parakan Canggah yakni di Pondok Pesantren AL Fatah Banjarnegara ini juga aktif mengajar di UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta untuk mata kuliah Kajian Timur Tengah dan Bahasa Arab.

Ia terpangggil untuk terjun ke duia politik karena ia ingin memberikan andil buah pikirannya dalam rangka memperbaiki karakter bangsa. Menurutnya masalah kakarter ini tidak lepas dari idealisme. Ia melihat saat ini arah idealisme bangsa kita ini kurang jelas. Akibatnya dunia politik dikuasai oleh politikus fragmatis atau politik bandar yang hanya mengejar kepentingan sesaat tanpa mempertimbangkan kelangsungan bangsa dan Negara.

Politik menurutnya adalah perjuangan bukan perdagangan sehingga tidak bisa diperjualbelikan. Terlepas dalam perjuangan itu ada ekses logistis dan lainnya, menurutnya hal itu merupakan sebuah keniscayaan. Namun demikian, prinsipnya adalah untuk perjuangan yang tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Apalagi sampai diperjualbelikan,” ujar pria yang sering melakukan pelawatan studi di Timur Tengah ini.

. H.Akhmad Jumali tengah memberikan bingkisan kenang kenangan kepada  Aksin Mujadi Ka UPT Diskikpora kec. Pagentan Banjarnegara.

Ia berpendapat apabila para pengampu  kebijakan negeri ini baik yang ada di lembaga legislatif, eksekutif, maupun yudikatif tidak memiliki idealisme ia tidak tahu Negara ini mau dibawa kemana.

Dari hasil pengembaraannya di timur tengah, menurutnya dari sana yang dibawa bukan masalah politik domestiknya namun juga geopolitik. Sebab politik domestik ini  juga merupakan koridor dari geopolitik.

“Di tanah air saat ini pola dan arah politiknya mengalami kecenderungan terbius dengan lokalisme kepentingan. Untuk itu kita harus membaca juga politik di ranah internasional. Arahnya seperti kita lihat, geopolitik Timur Tengah dimana ada konfik dan gejolak politik, muaranya pada kepentingan ekonomi diantaranya rebutan minyak.

Oleh karenya ia berpendapat bahwa dunia luar memiliki kepentingan besar sehingga apabila kita tidak punya pertahanan secara politik tidak punya independensi dan idealisme maka entah apa jadinya bangsa ini.

“Karena dunia politik ini pintu masuk untuk semua kepentingan,” ujarnya lagi. (Saring Hartoyo)




Pengirim :
Website : -



276 Komentar :

Cara Mengobati Kelenjar Getah Bening Tanpa Operasi
24 Agustus 2014 - 14:33:27 WIB

Terimakasih atas infonya, semoga bermanfaat
Pengobatan Herbal Penurun Gula Darah
23 Agustus 2014 - 15:42:05 WIB

Terimakasih atas infonya semoga bermanfaat
obat herbal penyakit ginjal
22 Agustus 2014 - 08:58:24 WIB

mantap infonya :D , sukses terus http://goo.gl/2EtrVP
Obat Rematik
21 Agustus 2014 - 13:00:55 WIB

ajip kang
Obat Herbal Gagal Ginjal
21 Agustus 2014 - 09:22:15 WIB

Mantab gan
obat asam lambung
21 Agustus 2014 - 09:08:03 WIB

sangat senang sekali bisa berkunjung :D https://mysp.ac/ILPP
Private SEO
21 Agustus 2014 - 06:00:51 WIB

Artikelnya berguna, izin berkunjung yah... di tunggu artikel selanjutnya
Obat Kolesterol Tinggi
20 Agustus 2014 - 13:35:53 WIB

ajip gan
obat maag kronis
20 Agustus 2014 - 08:39:41 WIB

thanks https://mysp.ac/IYw7
Jelly Gamat
19 Agustus 2014 - 13:10:48 WIB

http://goo.gl/hwres8 Jelly Gamat
<< First | < Prev | 1 | 2 | 3 | ... | 28 | Next > | Last >>
Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

[ X ] Close


IKLAN BARIS GRATIS
Silahkan kirimkan materi Iklan Anda melalui email ke : redaksi@mediaobsesi.com. Apabila peminat melebihi kuota, penayangan akan dibatasi berdasar kebijakan admin.
Format : Judul, Link website, Deskripsi 50 character.

JUAL OBAT HANSEN
PESAN SKG! BRG SAMPAI BR TRANSFER PEMBAYARAN

JUALSEWASERVICE MSN FOTOCOPY
Hubungi : 021 91666805, 081584863518, 08176627561